Pemeriksaan dan gejala syok kardiogenik

Syok kardiogenik adalah keadaan yang serius di mana  jantung secara mendadak tidak bisa memompa darah yang berisi makanan dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Penyebab yang paling umum adalah serangan jantung dan adapun penakit lainnya yaitu gagal jantung, detak jantung  hingga masalah katup jantung. Apabila jantung tidak dapat mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan organ lainnya maka fungsi tubuh dapat terganggu. Dari mulai tekanan darah turun, denyut nadi melambat, dan mungkin penderita merasakan kebingungan, kehilangan kesadaran, berkeringat, dan napas lebih memburu.

Penderita dapat  diketahui terdapat gejala Syok kardiogenik. Dalam hal itu, pemeriksa memastikan dengan beberapa pemeriksaan, meliputi:

1. Pemeriksaan tekanan darah, ketika penderita memiliki tekanan darah rendah di bawah 90 mmHg akan mengalami hipotensi ortostatik.

2. Elektrokardiogram (EKG), dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik pada jantung hingga tersambung pada pemindai.

3. Rontgen dada, dilakukan untuk memeriksa struktur fisik dan ukuran jantung juga paru-paru

4. Tes darah, tes dilakukan untuk mengetahui kerusakan jantung dan memeriksa kadar oksigen pada darah dengan analisis gas dalam darah.

5. Ekokardiografi dapat  dilakukan menggunakan gelombang suara  bertujuan untuk melihat struktur, ketebalan, dan gerak tiap denyut jantung serupa dengan alat USG.

6. Angiografi koroner atau kateterisasi jantung. Terkait dengan kombinasi penyuntikan cairan pada pembuluh darah dengan pemindaian dari sinar-X untuk melihat gambar adakah penyumbatan  dalam pembuluh darah serta dapat mengukur tekanan pada bilik jantung.

Gejala yang dilansir dari alodokter.com Syok kardiogenik serupa dengan gejala yang dimiliki gagal jantung akan tetapi dalam hal ini lebih serius lebih serius. Beberapa gejalanya, antara lain:

1. Napas tidak teratur

Adanya organ kain yang merasakan komplikasi kini juga mempengaruhi pada saat menghirup udara, terkadang napasnya bisa memburu karena terlalu cepat memompa oksigen dan terkadang pernapasannya melemah serta melambat karena tekanan saat bernapas.

2. Berdebar-debar

Penangan akan sangat serius apabila terjadi banyaknya keadaam yang semakin menyudutkan terutama jantung yang mulai berdebar-debar karena kehilangan banyak asupan oksigen kemungkinan juga mempengaruhi debar pada jantung

3. Denyut nadi melemah.

Kaberadaan oksigen sangatlah penting untuk mendapatkan udara segar yang masuk akan membuat tampak baik dan denyut pada bagian nadi menjadi bisa melemah kapan saja karena kekurangan oksigen 

4. Nyeri dada.

Rasa nyeri pada dada sering disebabkan karena sakit pada jantung atau jaringan di dekatnya, bersamaan dengan napas yang terengah-enggah atau kondisi yang belum stabil kemungkinan nyeri bagian dada akan semakin sering apabila tidak ditangani secara cepat

5. Pucat, serta tangan dan kaki terasa dingin.

Pucat terjadi karena rasa bingung, gugup dan perasaan yang tidak bisa di kontrol sendiri. Kaki menjadi dingin membuat gejala yang terasa namu sering kali kurang lain tidak melihat

6. Gelisah dan berkeringat 

Kondisi yang belum bisa normal sering terjadi penyakit dalam yang memberikan gejala serius. Syok kardiogenik bisa menyerang kapan saja dan di manapun

7. Hilang kesadaran atau pingsan.

Napas yang tidak berjalan teratur dan bisa melemah begitu saja, ada pula yang bisa hilang kesadaran atau gejala pingsan

8. Frekuensi buang air kecil berkurang

Ada juga pengobatan khusus untuk  penangananSyok kardiogenik dan memiliki 2 manfaat antara lain: dapat meningkatkan tekanan darah dan fungsi pompa jantung bekerja dengan baik. Jenis obat antara lain: dobutamin, norepinephrine dan dopamine. Dampak dari adanya penyebab terbanyak dari syok kardiogenik yaitu serangan jantung, untuk mewaspadai serangan jantung yang terjadi kapan saja.

Referensi:

alodokter.com

hellosehat.com

halodoc.com

Referensi gambar

doktersehat.com

Kesehatan

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*